//inmobi ads MUDAH ITU BERKAH DAN INDAH : EMPAT CIRI UMAT PENGGATI, PEMBANGKIT PERDABAN

Jumat, 04 Februari 2011

EMPAT CIRI UMAT PENGGATI, PEMBANGKIT PERDABAN


EMPAT CIRI UMAT PENGGATI, PEMBANGKIT PERDABAN

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لائِمٍ ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, Barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, Maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha mengetahui." (Q.S. Al Maidah :54)
Allah ta’ala mengabarkan tentang ke Maha kuasaan-Nya, bahwa barangsiapa yang berpaling dari menolong al islam dan menegakan syariat-Nya, maka Allah Ta’ala akan menggantinya dengan yang jauh lebih baik, lebih kuat tekadnya dan lebih lurus pendiriannya. Bagi Allah Ta’ala sangat mudah,
Ayat ini berisi ancaman dari Allah Ta’ala bagi siapa saja yang meninggalakan perjuangan menegakan kalimat Allah sekaligus berita gembira tentang sifat-sifat mukmin sempurna yang akan terus istiqomah di jalan dakwah ilAllah."
Ciri dan sifat mukmin penegak risalah
1. Sidqul mahabbah (benar dalam menempatkan kecintaan)
Ciri yang pertama ini tersirat dalam firman Allah;
يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ
yaitu sifat dimana ia sangat proposional menempatkan kecintaanya, kecintaan ia kepada orang tua, anak, teman, istri, keluarga, harta, perniagaan dan tempat tinggalnya tidak mengalahkan kecintaannya kepada Allah Ta’ala. Rasulullah Salallahu 'alaihi wasallam dan al jihad di jalan Allah Ta’ala, sehingga untuk membuktikan kecintaannya kepada Allah Ta’ala ia akan mengorbankan apa saja yang dimilikinya. Oleh sebab itu Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata, "Aljihad adalah diantar bukti kecintaan seseorang yang tinggi kepada Robbnya.” Karena ia mengorbankan harta dan bahkan nyawanya untuk Allah Ta’ala padahal keduanya adalah sesuatu yang sangat berharga baginya, jika tidak memiliki sifat ini sangat mungkin seseorang meninggalkan perjuangannya karena secuil kesenangan dunia dan pasti bakhil untuk berkorban di jalan Allah Ta’ala sehingga Allah Ta’ala memujinya dengan. Dan jelas sekali dalam maqoshidusyari yang harus di teggakkan dan di bela adalah hajatun dien, baru annafs jiwa maka dalah hal ini agama lebih berharga dari pada jiwa.

Ciri yang kedua
2. Fahmul wala' wal baro' (memahami dengan benar siapa lawan dan siapa kawan)
ini tersirat dalam
أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ
Yaitu lemah lembut kepada orang mukmin dan keras kepada orang kafir, Ibnu Katsir rahimahullah berkata tentang ayat ini, "Inilah sifat orang mukmin yang sempurna yaitu tawadhu' dan rendah diri kepada saudara dan para walinya, kemudian keras kepada musuh-musuhnya(orang kafir). Sebagaimana juga disebutkan dalam surat Al Fath: 29
مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ ذَلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَمَثَلُهُمْ فِي الإنْجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْأَهُ فَآزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَى عَلَى سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا
29. Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan Dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. kamu Lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud[1406]. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, Yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya Maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah Dia dan tegak Lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.
[1406] Maksudnya: pada air muka mereka kelihatan keimanan dan kesucian hati mereka.

Begitulah Rasulullah salallahu 'alaihi wasallam memiliki sifat Dokhuk dan qittal yaitu ramah, santun dan tawadhu' kepada para kekasihnya dan keras kepada orang yang membenci islam. Seseorang yang memiliki sifat ini tidak akan pernah merubah penilaiyan kepada musuh-musuhnya, sekali musuh tetap musuh tidak berubah menjadi kawan yang baik dan ramah, ia pasti terus istiqomah dan tidak akan tertipu dengan makar musuh-musuhnya.

3. Ahlul jihad (senantiasa berjihad di jalan Allah)
Ciri yang ketiga ini tersirat dalam
يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَهِ
Yaitu selalu berjihad di jalan Allah Ta’ala, Ujian dan fitnah tidak bisa menghentikan mereka, makar dan kekuatan musuh tidak mereka takutkan baik pengusiran, penyiksaan, penjara atau kematian. untuk terus menghidupkan kewajiban jihad di jalan Allah, baik secara makna dzohir maupun jihad dalm bentuk lain.
4. Ahlu Sobr ( orang yang sabar dan teguh pendirian)
Ciri yang ke empat ini tersirat dalam
وَلا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لائِمٍ
Mereka tidak takut dengan celaan orang yang mencela,
Siapa kah yang mencela?
siapa saja yang mencemooh orang-orang mukmin yang berusaha merealisasikan serta memperjuangkan syari’at Islam sesuai sunnah dimana ia berada. Bisa jadi mereka dari kalangan awam kaum muslimin, munafiqin atau kafirin.
Sedang dari awam kaum muslimin, terbagi menjadi dua golongan, yaitu: 
1.    orang2 yang tidak mempunyai basic ilmu agama yang cukup. 
2.    orang yang hanya memiliki sisi tertentu dari sisi ilmu agama, mereka itu orang memahami islam secara farsial,
Biasanya jenis yang kedua ini, menampakkan diri dihadapan awam bahwa mereka adalah orang yang paling benar(pewaris salafussholih), dengan mengenakan pakaian ala arab,memfasih-fasihkan bahasa percakapanya,mentransfer adat-adat Arab dalam sisi tertentu serta jelas pada mereka adanya fanatisme golongan.
Hal ini menjadikan jenis orang tersebut tergolong dalam jumlah golongan kaum muslimin yang sekian banyaknya. Meski mereka mengharamkan adanya perpecahan dan golongan dalam dien, tetapi mereka selalu mencari-cari mecaci sodara sesama muslim.
Maka siapa saja yang bertekat bulat untuk menegakkan dien Alloh dibuminya, hendaknya ia mengabaikan cemoohan dan gongongan orang-orang tersebut.
karena siapa saja yang bertekad untuk menegakan kalimah Allah Ta’ala maka sudah pasti dia akan menemukan sunnah ibtila wa tamhis, perjuangan tegaknya kalimah Allah adalah jalan yang dipenuhi rintangan dan cercaan, para penempuhnya harus memiliki bekal sabar dan keteguhan yang tinggi tanpa itu dia akan selalu dilanda rasa kecewa, cemas, bahkan sampai putus asa dan akhirnya ia tinggalkan jalan perjuangan dan jadilah orang yang termasuk murtad dari dien Allah, Naudzubillah min zdalik.
Allah Ta’ala mengakhiri Ayat ini dengan;
ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
Maksudnya barang siapa yang memiliki sifat di atas maka itu adalah anugerah dan taufiq dari Allah Ta’ala yang Allah janjikan untuk mereka ampunan, rahmat dan jannah, dan Allah tidak menyelisihi janji-Nya. Sedangkan orang yang tidak terkumpul sifat di atas merekalah kaum yang tersesat dan akan di ganti oleh genersi yang jauh lebih baik dan lurus pendiriannya, mereka sedikitpun tidak akan mendatangkan madhorot bagi Allah Karena Allah Maha Perkasa Lagi Maha Bijaksana, mereka jauh dari Rohmat Allah dan di dunia akan dihinakan orang kafir selamanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan komentar