//inmobi ads MUDAH ITU BERKAH DAN INDAH : suara jangkrik

Jumat, 20 Agustus 2010

suara jangkrik

Seorang Seniman tua bertemu dengan sahabat karibnya yang kini
menjadi konglomerat kaya. Sudah sekian puluh tahun mereka
tidak saling berjumpa. Kini mereka memutuskan untuk
menghabiskan hari itu dengan berjalan kaki mengelilingi kota
sambil mengenang persabahatan mereka di masa kanak-kanak dulu.
Tanpa kenal lelah mereka berjalan, bertukar pengalaman dan
bersenda gurau. Hari pun beranjak petang. Mereka tiba di sebuah pasar malam yang ramai penuh dengan lalu lalang pengunjung. Tiba-tiba si
Seniman tua ini berhenti, terdiam terpaku.
Bibirnya tersenyum. Matanya terpejam, seakan menikmati
sesuatu. Rekannya, si Konglomerat itu, terheran-heran melihat
kelakuan si seniman. "Ada apa?" tanyanya.
"Sst, tidakkah kau mendengar suara yang indah ini?" jawab si
Seniman."Aku hanya mendengar suara riuh rendah kerumunan orang-orang
di pasar malam ini. Suara apa yang kau dengar?" tanya si Konglomerat.
"Nyanyian merdu seekor jangkrik." jawab si Seniman. Si
Konglomerat itu semakin keheranan. Ia sama sekali tak mendengar suara jangkrik,apalagi di tempat yang ramai seperti itu. Kemudian, si Seniman
berjongkok ke arah selokan. Perlahan tangannya mengais sebuah
lubang yang agak tersembunyi. Dan, hup, dari lubang itu
meloncatlah seekor jangkrik jantan hitam legam gagah dengan
garis kuning cantik di lehernya..
Si Konglomerat membelalakkan matanya penuh takjub. "Kau benar-benar seorang seniman sejati yang mampu mendengarkan suara alam meski sangat
lirih. Indera pendengaranmu sangat tajam dan luar biasa." puji si
Konglomerat terkagum-kagum. Si Seniman itu tersenyum. "Ah, sebenarnya pendengaranku ini tidak seberapa dibanding dengan pendengaran dan penglihatan orang-orang kebanyakan." Lantas, seniman itu merogoh saku
celananya, mengambil segenggam uang logam dan melemparkannya
ke trotoar. Suara uang logam itu bergemerincing. Segera saja
semua orang di sekitar mereka berhenti dan terdiam. Mata-mata
mereka mengamati kemana uang-uang logam itu menggelinding.
Bahkan, ada beberapa orang yang mencoba memungutnya.
Kata si seniman tua, "Benar khan? Mereka mungkin tidak bisa mendengar nyanyian jangkrik tadi, tetapi mereka takkan menyia-nyiakan suara
uang!"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan komentar