//inmobi ads MUDAH ITU BERKAH DAN INDAH : HAJI

Selasa, 29 Juni 2010

HAJI

HAJI QIRAN

Yaitu Melaksanakan Ibadah Haji dan Umrah secara bersamaan, dengan demikian prosesi tawaf, Sa’i dan tahallul untuk Haji dan Umrah dilakukan satu kali atau sekaligus. Karena kemudahan itulah Jema’ah dikenakan “Dam” atau denda. yaitu menyembelih seekor kambing atau bila tidak mampu dapat berpuasa 10 hari. Bagi yang melaksanakan Haji Qiran disunnatkan melakukan tawaf Qudum saat baru tiba di Mekah.

Miqat bagi jema’ah yang berada di Madinah ialah Bir Ali (Zulhulaifah). Sedangkan bagi jema’ah yang sudah berada di Mekah miqatnya dapat dilakukan di Tan’im atau Ji’ranah. yang datang ke Mekah pada hari yang mepet ke tanggal 9 Zulhijah, Miqatnya dapat dilakukan diatas pesawat saat melintas daerah miqat.

PELAKSANAAN HAJI QIRAN

MIQAT ditanah air. Bagi yang memilih miqat ditanah air hendaknya melakukan persiapan ihram untuk haji sabagai berikut :

Memotong Kuku.

Memotong rambut secukupnya.

Mandi sunnat ihram.

Memakai wangi-wangian.

Memakai pakaian ihram.

MIQAT di Saudi. Jama’ah haji yang datang ketanah suci lebih awal biasanya akan berangkat duluan ke Madinah. Nanti mendekati “Hari Arafah” 9 Zulhijah baru menuju Mekah. Miqat dilaksanakan ditanah suci yaitu disalah satu tempat. Ditempat Miqat ini jama’ah melakukan hal-hal sebagai berikut :

Shalat sunnat ihram 2 rakaat, jika mungkin.

Berniat Haji : Labbaika Allahumma’ Hajjan.

Diperjalanan ke Mekah banyak-banyak membaca “Talbiah”

Tiba di Mekah jama’ah akan langsung masuk penginapan untuk istirahat sejenak, selama di mekah jema’ah melakukan kegiatan sebagai berikut :

Melakukan Tawaf Qudum (Tawaf sunnat waktu baru tiba di Mekah).

Boleh langsung Sa’i Setelah Tawaf Qudum, atau boleh juga sesudah tawaf Ifadah.

Jika melakukan Sa’i tidak boleh langsung bertahallul, sampai selesai seluruh kegiatan Ibadah Haji.

Sesudah tawaf Qudum dan Sa’i jama’ah menunggu waktu pelaksanaan haji yang dimulai tanggal 8 Zulhijah. Dalam waktu menunggu pelaksanaan haji itu, jama’ah Haji Qiran harus tetap mengenakan pakaian Ihram, dan mematuhi semua larangan yang berkenaan dengan ihram.

PELAKSANAAN HAJI QIRAN

TEMPAT TANGGAL KEGIATAN

Mekah 8 Zulhijah (pagi) Berangkat ke Mina atau langsung ke Arafah.

Mina 8 Zulhijah (siang – malam) Mabit atau menginap di Mina sebelum

berangkat ke Arafah, sebagaimana yang

dilakukan Rasullulah SAW

Mina – Arafah 9 Zulhijah (Pagi) Berangkat ke Arafah setelah matahari terbit

atau setelah shalat Subuh.

Arafah 9 Zulhijah (Pagi – sore) Berdo’a, zikir, tasbih sambil menunggu

waktu wukuf (pada tengah hari).

Shalat Zuhur dan Ashar di jamak qasar

(zuhur 2 rakaat, Ashar 2 rakaat)

dilaksanakan pada waktu zuhur

Setelah shalat laksanakan wukuf dengan

berdo’a, zikir, talbiyah, istiqfar terus

menerus setengah hari sampai waktu

Maqrib.

Arafah –Muzdalifah 9 Zulhijah (sore-malam) Setelah matahari terbenam segera berangkat

ke Muzdalifah. Shalat Maqrib dilaksanakan

di Muzdalifah di jamak dengan shalat Isya

seperti yang dilakukan Rasulullah.

Muzdalifah 9 Zulhijah (malam) Shalat Maqrib dan Isya dijamak ta’khir.

Mabit (berhenti sejenak) di Muzdalifah,

paling kurang sampai lewat tengah malam.

sambil mengumpulkan krikil untuk

melontar Jumrah Aqabah.

Mengumpulkan 7 butir batu krikil untuk

melontar “Jumrah Aqabah” besok pagi.

Setelah shalat subuh tanggal 10 Zulhijah

Mina 10 Zulhijah Melontar Jumrah Aqabah 7 kali.

Tahallul awal.

Lanjutkan ke Mekah untuk melakukan

tawaf ifadah, Sa’i dan disunatkan tahallul

Qubra.

Harus sudah berada kembali di Mina

sebelum Magrib.

Mabit di Mina, paling tidak sampai lewat

tengah malam.

Mina 11 Zulhijah Melontar Jumrah Ula, Wusta dan Aqabah

masing – masing 7 kali.

Mabit di Mina, paling tidak sejak sebelum

Maqrib sampai lewat tengah malam.

Mina 12 Zulhijah Melontar Jumrah Ula, Wusta dan Aqabah

waktu subuh masing – masing 7 kali.

Bagi yang Nafar awal, kembali ke Mekah

sebelum maqrib ,lanjutkan dengan tawaf

ifadah dan Sa’i serta Tahallul Qubra bagi

yang belum.

Bagi yang Nafar Tsani, mabit di Mina.

Mina 13 Zulhijah (pagi) Bagi yang Nafar Tsani :

Melontar Jumrah Ula, Wusta dan Aqabah

masing-masing 7 kali

Kembali ke Mekah

Mekah 13 Zulhijah (siang – malam) Tawaf ifadah, Sa’i dan Tahallul Qubra bagi

yang belum. Bagi yang sudah melakukan

Sa’i sesudah tawaf Qudum (ketika baru

tiba di Mekah) tidak perlu Sa’i langsung

saja melakukan Tahallul.Tawaf dan Sa’i

yang dilakukan juga berfungsi sebagai

Tawaf dan Sa’i Umrah.

Ibadah Haji dan Umrah selesai.



HAJI IFRAD

Yaitu Melaksanakan secara terpisah antara haji dan umrah, dimana masing-masing dikerjakan tersendiri, dalam waktu berbeda tetapi tetap dilakukan dalam satu musim haji. Pelaksanaan ibadah Haji dilakukan terlebih dahulu selanjutnya melakukan Umrah dalam satu musim haji atau waktu haji.

Dibatas miqat sebelum memasuki Mekah jemaah haji harus sudah memakai pakaian ihram serta niat untuk melaksanakan “Ibadah Haji” sekaligus “Ibadah Umrah”. Jama’ah harus tetap berpakaian ihram sampai selesai melaksanakan kedua ibadah tersebut yaitu sejak tiba di Mekah sampai lepas hari Arafah 9 Zulhijah. Selama memakai pakaian ihram segala larangan harus ditaati dan jema’ah yang memilih haji ifrad disunatkan melakukan Tawaf Qudum, yaitu tawaf sunat saat baru tiba di Mekah. Haji Ifrad memang paling berat tetapi juga paling tinggi kualitasnya karena itu yang melaksanakan Haji Ifrad tidak dikenakan Dam atau denda

PELAKSANAAN HAJI IFRAD

MIQAT ditanah air. Bagi yang memilih miqat ditanah air hendaknya melakukan persiapan ihram untuk haji sabagai berikut :

Memotong Kuku.

Memotong rambut secukupnya.

Mandi sunnat ihram.

Memakai wangi-wangian.

Memakai pakaian ihram.

MIQAT di Saudi. Jama’ah haji yang datang ketanah suci lebih awal biasanya akan berangkat duluan ke Madinah. Nanti mendekati “Hari Arafah” 9 Zulhijah baru menuju Mekah. Miqat dilaksanakan ditanah suci yaitu disalah satu tempat. Ditempat Miqat ini jama’ah melakukan hal-hal sebagai berikut :

Shalat sunnat ihram 2 rakaat, jika mungkin.

Berniat Haji : Labbaika Allahumma’ Hajjan.

Diperjalanan ke Mekah banyak-banyak membaca “Talbiah”

Tiba di Mekah jama’ah akan langsung masuk penginapan untuk istirahat sejenak, selama di mekah jema’ah melakukan kegiatan sebagai berikut :

Melakukan Tawaf Qudum (Tawaf sunnat waktu baru tiba di Mekah).

Setelah Tawaf boleh langsung Sa’i tetapi tidak boleh tahallul karena Jema’ah haji ifrad boleh tahallul nanti setelah Tawaf dan Sa’i haji dilaksanakan.

PELAKSANAAN UMRAH IFRAD

Setelah melaksanakan “Ibadah Haji”jema’ah harus bersiap lagi untuk melaksanakan “Ibadah Umrah”. Persiapan ihram dilakukan dipenginapan di Mekah, dan Miqatnya di Tan’im atau Ji’ranah. Rincian Ibadah Umrah untuk Haji Ifrad adalah sebagai berikut :

Melakukan persiapan ihram.

Mandi sunnat ihram.

Memotong Kuku.

Memotong rambut secukupnya.

Memakai wangi-wangian.

Memakai pakaian ihram, berangkat ke batas Miqat di Tan’im atau Ji’ranah. Disini jama’ah melakukan hal-hal sebagai berikut ;

Shalat sunat ihram 2 rakaat.

Melafazkan niat umrah : (Labbaika Allahuma Umratan).

Berangkat ke Mekah dan dalam perjalanan membaca Talbiyah sebanyak-banyaknya.

Di Mekah jama’ah melakukan hal-hal sebagai berikut.

Tawaf Umrah

Melaksanakan Sa’i

Tahallul

Dengan selesainya pelaksanaan ibadah Umrah ini, selesai pulalah seluruh rangkaian pelaksanaan Haji Ifrad.

PELAKSANAAN HAJI IFRAD

TEMPAT TANGGAL KEGIATAN

Mekah 8 Zulhijah (pagi) Berangkat ke Mina atau langsung ke

Arafah.

Mina 8 Zulhijah (siang – malam) Mabit atau menginap di Mina sebelum

berangkat ke Arafah, sebagaimana yang

dilakukan Rasullulah SAW

Mina – Arafah 9 Zulhijah (Pagi) Berangkat ke Arafah setelah matahari

terbit atau setelah shalat Subuh.

Arafah 9 Zulhijah (siang – sore) Berdo’a, zikir, tasbih sambil menunggu

waktu wukuf (pada tengah hari).

Shalat Zuhur dan Ashar di jamak qasar

(zuhur 2 rakaat, Ashar 2 rakaat)

dilaksanakan pada waktu zuhur

Setelah shalat laksanakan wukuf dengan

berdo’a, zikir, talbiyah, istiqfar terus

menerus setengah hari sampai waktu

Maqrib.

Arafah – Muzdalifah 9 Zulhijah (sore-malam) Setelah matahari terbenam segera

berangkat ke Muzdalifah. Shalat Maqrib

dilaksanakan di Muzdalifah di jamak

dengan shalat Isya seperti yang dilakukan

Rasulullah.

Muzdalifah 9 Zulhijah (malam) Shalat Maqrib dan Isya dijamak ta’khir.

Mabit (berhenti sejenak) di Muzdalifah,

paling kurang sampai lewat tengah

malam. sambil mengumpulkan krikil

untuk melontar Jumrah Aqabah.

Mengumpulkan 7 butir batu krikil untuk

melontar “Jumrah Aqabah” besaok pagi.

Setelah shalat subuh tanggal 10 Zulhijah

Mina 10 Zulhijah Melontar Jumrah Aqabah 7 kali.

Tahallul awal.

Lanjutkan ke Mekah untuk melakukan

tawaf ifadah, Sa’i dan disunatkan tahallul

Qubra.

Harus sudah berada kembali di Mina

sebelum Magrib.

Mabit di Mina, paling tidak sampai lewat

tengah malam.

Mina 11 Zulhijah Melontar Jumrah Ula, Wusta dan

Aqabah masing – masing 7 kali.

Mabit di Mina, paling tidak sejak

sebelum Maqrib sampai lewat tengah

malam.

Mina 12 Zulhijah Melontar Jumrah Ula, Wusta dan Aqabah

waktu subuh masing – masing 7 kali.

Bagi yang Nafar awal, kembali ke Mekah

sebelum maqrib ,lanjutkan dengan tawaf

ifadah dan Sa’i serta Tahallul Qubra bagi

yang belum.

Bagi yang Nafar Tsani, mabit di Mina.

Mina 13 Zulhijah (pagi) Bagi yang Nafar Tsani :

Melontar Jumrah Ula, Wusta dan Aqabah

masing-masing 7 kali

Mekah 13 Zulhijah (siang – malam) Tawaf ifadah, Sa’i dan Tahallul Qubra

bagi yang belum. Bagi yang sudah

melakukan Sa’i sesudah tawaf Qudum

(ketika baru tiba di Mekah) tidak perlu

Sa’i langsung saja melakukan Tahallul.

Ibadah Haji selesai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan komentar